Senin, 08 Agustus 2022

Still Here and Don't Know Why (2)

Ada lubang yang cukup besar, ketika aku memutuskan buat putus sama dia..

Aku merasa ada yang curang, ada yang gak adil, aku yang gak pernah memperjuangkan dia selama ini, padahal dia udah banyak melakukan hal - hal buat aku.. tapi aku gak pernah memperjuangkan atau membela dia..

Dia sudah melakukan yang keluarga aku minta dan sudah berusaha berubah.. tapi aku gak kasih waktu buat liat.. 

itu alasan ku, selalu mencari dan kembali ke dia.. dulu..

Bohong kalau aku bilang dia masih ada karena perjuangan dia aja, aku juga gak pernah mau melepaskan dia.. mungkin itu alasannya.. Aku selalu denial dan menganggap dia masih ada disini buat aku, padahal bukan..

Kalau memang dia masih ada disini buatku, gak mungkin dia membiarkan aku terus menerus berjalan sendrian tanpa arah. Memiliki waktu yang begitu banyak buat teman dan pekerjaannya, tapi sampai di hari minggu pun waktu nya gak ada sedikitpun disediakan buat aku..

Bohong kalau aku bilang gak sakit, dan bukan salah dia kita bisa sampai ada di titik kayak gini.. Setelah kemarin aku ceritakan semua sama orang lain juga, memang bener adanya.. aku selalu ragu, gak pernah jelas maunya apa, dan itu betul - betul menyiksa. Sampai di tahap ini, aku gak merasa bisa mengkomunikasikan mau aku apa, karena dia gak pernah bisa kasih, dan selalu beranggapan memang aku yang gak bilang.. 

Seperti anak kecil yang takut memulai hal baru, aku selalu memulai untuk kasih tau apa yang aku mau sedikit demi sedikit karena aku takut dia gak akan memperjuangkan hal itu buat aku. Ketakutanku gak pernah salah, sampai detik ini dia masih gak mau meluangkan sedikit waktunya yang penuh dan berharga itu buat aku..

Beginikah rasanya tidak menjadi prioritas dan cuman jadi cadangan? Kapan aku bisa belajar untuk betul - betul melepaskan hal yang jelas - jelas hanya membawa kesakitan buatku..

sampai kapan, aku bisa kasih tau ke perasaanku kalau semua ini gak bener..

dia gak berusaha ada buatku disaat aku butuh seseorang mau gimanapun aku bilang..

dia hanya akan bilang, aku ga mengkomunikasikannya 

aku memang belum bisa mengkomunikasikannya terlalu baik.. dan dia tidak berusaha mengerti


sampai kapan cyn.. kamu mau seperti ini?

Rabu, 03 Agustus 2022

Still here, and don't know why (1)

 Huaaa udah lama banget dari terakhir ngepost, dan anehnya.. gak ada perkembangan! hahaha

Actually, many things happened.. Buanyak banget, i'll try to sums up disini, biar gak pernah lupa.. Someone that i love, have i ever mentioned his name? kayaknya sih gak mungkin ya. Long story short, he came, dan semua tidak berjalan mulus.. even kebalikannya 😭 We broke up, btw. YUP! Hahaha it was a legit break up, karena di kedatangan dia yang pertama dia finally nembak after i ask him to.. Lalu berjalan lah seperti biasa, kedatangan pertama dia nembak, kedatangan kedua my fam told me to break up with him karena ya banyak yang ga cocok, dirasa oleh keluarga eike.. dan muak dengan semua omongan keluargaku yang terus - menerus terbukti benar adanya buat aku merasa hubungan ini memang gak perlu diperjuangkan. I still remembered gimana frustasinya aku teriak untuk putus di flavor bliss saat itu, bener - bener kayak di sinetron. kacau! Mungkin Tuhan tau how i love drama, so He gave me one haha i'm okay.

And so on and so on.. setau aku putus adalah hal yang mudah.. I broke up with my ex after dating for 4 years dari awal kuliah sampe kerja, dan ketika putus yaudah not much drama. jadi aku kira kali ini juga akan sama, ternyata berbeda 180 derajat. I don't really remember the detail, tapi seinget ku dia yang memperjuangkan hubungan kita terus, i admit it. Hal itu terjadi secara sukarela, dan aku juga ngasih tau dia kalo sekarang aku gak bisa melakukan apapun, apalagi balik memperjuangkan dia.. udah terlalu banyak hal yang gak bisa diterima dari pihak keluargaku dan aku gak yakin bisa mengubah itu semua, sesayang apapun aku sama dia. 

We broke up on february 2022 (the status, but not the relationship). Kita masih chat, dan ngobrol tapi pasti gak seperti biasa.. gak seperti pasangan, tapi kita masih deket, karena bener kata dia aku janji untuk kasih tau kenapa keluarga aku nolak hubungan ini kalau dia mau putus.. Sounds silly, tapi aku gak punya pilihan saat itu.. bahkan sampai sekarang.. I remembered a day dimana aku bilang sama dia, aku mau coba lagi.. sama sama berusaha mengubah penilaian keluarga aku buat dia, walaupun gak ada yang tau harus mulai darimana selain support each other dan mulai memperbaiki hubungan kita yang dari kemarin isinya cuman drama drama dan drama keributan. Things getting slightly better, we met, dan kadang kita ngedate dengan diam - diam tentunya.. sampai aku gak tau harus gimana, rasanya dengan kayak gini gak akan ada yang berubah.. 

I ask him to show up sedikit demi sedikit ke keluargaku, tapi kayaknya dia gak merasa itu adalah ide yang bagus dan menawarkan buat bilang ke keluargaku sekali lagi.. dan tentu aja harus aku duluan yang melakukan hal itu, i spoke up to my mom. ''Ma, boleh ga kalo aku liat dia sekali lagi.. Dia masih memperlakukan aku dengan sangat baik bahkan setelah semua penolakan yang aku lakuin ke dia'' Cari mati. Kalau di sinetron, mungkin kata - kata itu cuman mimpi pemerannya yang gak pernah terjadi, but i did. Gak ada yang boleh berjalan dengan penuh ketidak jelasan, so i did it. Aku minta ijin.. sekali lagi, yang tentu saja tidak dikabulkan sama sekali (of course). I told him about everything, kadang merasa bersalah juga.. what did he do so wrong sampai bisa di titik kayak gini, tapi lanjut cerita kita masih ngejalanin hubungan ini ya dengan penuh ketidakjelasan sampai detik ini August 2 2022.. but why..

Orang yang sangat saling menyayangi, bukannya biasanya mereka bergandengan tangan buat melawan masalah mereka bersama ya? Tapi kita aja masih sering meributkan permasalahan antara kita sendiri, yang.. gak tau kapan akan bener - bener berakhir, mungkin memang benar kan orang itu gak pernah bisa berubah. Hari ini kami kembali memperdebatkan hal yang mungkin gak perlu diperdebatkan, karena dia ''bercanda'' dengan bilang ''Udah lah, gila u yee'' idk why disaat kita lagi ngom dan bertanya baik - baik, disaat udah sangat nahan akhirnya pecah juga.. aku gak terima, dan dia merasa itu bukan hal besar untuk dijadikan masalah.. aku si manusia moody dan baper ketemu sama orang gak yang kalo ngomong jarang dipikir dulu..

Jadi keinget kata tetua (my older sister) tentang pelajaran hidup, konon katanya Tuhan bekerja dengan kasih kita ujian sampe kita lulus.. di tempat yang sama, masalahnya mungkin berbeda, tapi yang Tuhan mau ubah dari kita adalah hal yang sama, tanggapan kita masih sama? Tuhan bakal kasih sentilan lagi di tempat yang sama, sampai kita bisa bener - bener belajar atau sembuh tapi Tuhan gak akan biarin kita gagal dalam tes itu, kita akan di tes terus sampe berhasil lulus. Mungkin ini salah satunya, even not with him kemungkinan besar aku bakal dapet ujian yang sama di tempat yang sama sampai cyn bisa menerima dan mengobati kebaperan dan kemoodyan nya.. tapi cyn, jangan sampai Tuhan ajari dengan cara yang lebih keras, jangan tawar hati, jangan tanya, belajar menerima dengan baik sampai Tuhan ijinkan kamu lulus dari ujian kali ini.. kamu boleh naik kelas, tapi harus lulus ujian kali ini dulu.. :') 


Kamis, 02 September 2021

I thought, I am Loved

Yesterday I opened this blog, to write about something that actually make me happy.

I even want to mark the date as a special day, karena I fell loved. It feel so good, I was in loved.

Sebelum mau mulai cerita, aku masih kepikiran buat baca - baca cerita yang sebelumnya ditulis, udah sampe mana sebenernya, dan apa aja yang udah terjadi. Ternyata bener aja, it's just a simple thing yang mungkin dirasa sebagai suatu effort yang cukup besar untuk dia lakuin. I admit it, itu memang effort yang bikin aku merasa disayang dan diperjuangkan. He bought a bible and told me to read that together every night, karena kemarin sempet berasa setiap malem selalu ada hal yang bikin kita ribut.

Baru berlangsung di awal September, 1 September 2021. Yet, yesterday he was so weird. Kita memperdebatkan hal yang mungkin sebenernya gak perlu diperdebatkan, hal yang dia blg it was just a discussion. Story begins, just with a single question yang selalu aku jawab gak apa - apa. I actually sad remembered that, because I smiled to him hal yang bikin dia bertanya 'kenapa?' yang tentu saja aku jawab dengan kata gak apa - apa, it was just a smiled. Do I need a certain reason to smile?

Hal itu gak jadi masalah, sampe aku menceritakan kebiasaan ku yang sering tanpa sadar senyum ke orang asing which I know that is not an usual behavior atau bahkan bukan kebiasaan yang cukup baik karna bisa disalahartikan mengingat yang aku senyumin adalah a total stranger. I told him everything about this, dan dia merasa pasti ada alasan untuk semua hal yang aku lakuin. He told me to be mindful. Idk, it feels weird. Aku merasa senyum yang aku kasih ke orang lain di tengah jalan bukan hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut, he makes me feel like i'm a weirdo. Yasudah, katanya pasti ada tendency nya, try to learn about it, at first I was.. oh okaayy sounds good. Aku juga ingin tau apa yang membuat aku melakukan hal tersebut.

Pertama dia bilang, mungkin I smiled because i seek for an attention jadi minta disenyumin balik. Probably, bisa jadi. I know who I am, dan apa yang aku biasanya cari, jadi aku ga menolak penjelasan tersebut. Apakah diskusi berhenti sampai disana? Tentu saja tidak. Aku mulai gak terlalu paham, apa sebenernya ujung dari diskusi ini dan kenapa ada diskusi ini, apa yang mau didiskusikan? Aku gak merasa ini sebuah masalah until he make it looks like one. Singkat cerita terjadi diskusi yang lebih seperti perbdebatan karena even ketika aku setuju, dan bilang mencoba untuk menguranginya dia masih melanjutkan diskusi untuk cari tau the tendency. There was a time, he asking the same question tapi dengan artian yang cukup menyakitkan bisa dibilang ''Kenapa, kamu mulai nunjukin ekspresi fake itu?'' karena aku kesel tapi tersenyum. Dia mencoba menjelaskan kalau aku kesel dan mungkin berusaha membuat dia gak kepikiran so i smiled. At the moment i was like, whattt... that was not being mindful. I just smiled so i can stop raising my voice, i smiled so i can start to calm myself down dan membuat perdebatan ga terus - terusan terjadi. 

Lucunya, setelah perdebatan tersebut terjadi semua orang bisa tau kalau pembicaraan tersebut menjadi percakapan yang gak nyaman sama sekali buat aku except him. I don't know, apakah dia gak tau atau dia gak perduli. Dia cuman bilang untuk aku santai dan gak meninggikan nada karena itu cuman diskusi biasa lalu? ya discussion goes on.. bodoh sekali rasanya membiarkan 'diskusi' itu berlangsung sekali lagi, sempet memperdebatkan hal yang sama until i had enough aku bilang 'Ya mungkin kyk gtu' tapi dia masih berusaha bilang 'Iya in aja biar cepat selesai ya' and i said yes. 

---

Minggu, 11 Juli 2021

I'm Healed. Ready to Kick A New Start

It is tiring, to pretend that nothing bothers you.

It is not fine, not okay. I always feels like walking on a hanging rope,

which make me feel It might be easier for me, to close my eyes and jump.

Sometimes I wanna give up, because it's just simply tiring.

---

I thought time will heal, turns out it does not work that way. Time that we believe will heal, actually only become time that kill us another time.

Tiba saatnya bener - bener gak ada habisnya bergumul dengan pikiran sendiri. Sebegitu mengganggunya suara - suara yang gak pernah berhenti mempertanyakan hal yang sama berulang - ulang kali. Setelah pikiran makin intense jujur semakin gak terkendali, pilihan yang ada di depan mata cuman antara menyerah dan hilang atau fight for it for the very last time. Bukan hal yang mudah. 
I decided to speak it up. like seriously, speak it up. It's healing, one of the best feeling I experienced. 

Holding on to the same grief, same question.. Selalu bertanya - tanya, why am I so lame to trust someone like him, giving him a second chance padahal gak pernah bisa benar - benar memaafkan. Pertanyaan yang sama dengan yang dia tanyakan, is this all.. worth it? Rasanya kepala mau meledak, no kidding. I hurt by my own assumption yang, gak tau juga kebenarannya gimana. Fed up. Gak sanggup lagi nanggung semuanya sendiri tapi gak mau hilang dalam keadaan bertanya - tanya.

I'm glad that he is my bestfriend at the first place. Hal yang bisa aku pikirin cuman mau bilang I give up and can't contain it anymore, masih buanyak orang diluar sana.. dan rasa percaya yang udah hancur berantakan mungkin lebih susah diperbaiki daripada ya buat atau cari aja yang baru even that is not an easy thing to do, tho. Inget dia juga sudah sangat berusaha menceritakan semuanya, thats touched me. It feels like he entrust what he feel to me, gak nyangka it matters a lot. Mendengar seseorang yang cukup penting buat kita bisa terbuka dan menceritakan apa yang dia rasa, hanya agar kita gak tenggelam sama asumsi kita sendiri.

Waktu denger semua diakui untuk mempertahankan semuanya, somehow buat aku mau melakukan hal yang sama. Bener - bener kali pertama bisa bilang, I do love him for the first time. Menceritakan kegelisahan sama orang yang terasa begitu dekat aja ternyata gak mudah, kita takut dengan reaksi yang akan diberikan, takut sama output yang dihasilkan. Pilihannya hanya ambil resikonya, atau siapkan diri untuk selalu diliputi dengan pertanyaan what if yang gak akan ada habisnya. If you love someone, always take the risks. I took the risks, and i'm glad i did that.

Menceritakan semua kegelisahan ke orang yang pernah buat kita terluka, bener - bener bikin benteng pertahanan luruh seketika. Semua luka dan rasa sakit rasanya ditumpahkan ke tempat lain dan membuat kita punya capacity baru untuk memulai semuanya dari awal lagi. I'm healed, dan berasa seperti menjalani hubungan yang benar. Ketika feeling dari kedua orang bener - bener menjadi dasar buat semuanya, dan dijadikan dasar yang kuat buat menopang semuanya.

We started it all over again.

Jumat, 02 Juli 2021

The Search Of Sincerity: Love is Easy

Love is Easy,

aku masih percaya,
that is the formula. 
To find the one, love is easy.
Lil did I know.. 
Nyarinya yang setengah mati, bukan cuman susah tapi penuh bias.
Mungkin bias itu sendiri yang bikin kita susah lihat, apa perasaan nyaman itu cuman karna terbiasa?

I cannot go a day without talking to him, mungkin kalau dibiasakan lagi juga bisa.
Talking to him makes me smile, mungkin cuman sekarang karena belum terlalu kenal?
I started to blushing whenever he smiled to me, ya probably just because he is good looking enough.
Do I really know him? Probably not yet. 
Walaupun kita udah kenal satu sama lain sekitar, setahun? or more.

Wait. Terlalu cepet ya ceritanya, nanti kalo baca lagi ga inget ini ngomongin apa atau siapa. hahahah
I talk to this guy for more than a year, as a suuper bestie. 
Dia yang selalu dengerin semua ocehan tentang lakik A, B, C, D-l-l, hahaha no kidding
if he liked me on that earlier time, i will be really touched.
Gak pernah merencanakan juga untuk cerita dan deket sama ini orang, 
dulu selalu jaga jarak karena he got his girlfriend and me too.. (not an actual boyfie anw!)
Dari yang bales manusia ini seadanya karena emg jaga perasaan yang lain, 
udah pernah ngomong terang terangan juga..
I don't want to hurt his girl, ofcourse ga sedrama ini
aku bilang dengan penuh candaan 

time flies...

Setahun berlalu he's still here, kalo dipikir - pikir selalu ada pertanyaan kenapa?
Selalu ada hal yang bisa kita obrolin, dan gak nyangka juga ternyata.. he is the one who I wrote this post about
Jadi inget, betapa bangganya punya temen sebaik dia.
I always talked about him to other guys, proud to have him as a good friend of mine.
He always there, always. Sampe detik ini, akhirnya dinding pertahanan mulai runtuh juga

Usually when I talked about him, orang akan bilang he must be into you,
atau does he like you? dan jalan keluar tergampang yang bisa aku kasih adalah
''Nggaklah, dia punya cewek'' lalu jawaban berikutnya yha ga jauh jauh dari ''Ooh..''
Honestly, I don't remember when this thing changes, for me (I don't know about him)

Dia yang dulu mau chat atau ga terserah, telfon sering ga keangkat, 
suka gak peduli dia mau ngomong apa, biasa - biasa aja tiap dikasih perhatian,
sekarang semuanya jadi matters.. 
oh and FYI that feels sucks, karena ya i cant be so sure. about him about this feeling

Aku adalah orang yang selalu bilang dan percaya,
ga ada orang yang bisa berubah. I dont have superhero syndrome, bukan cuman ga punya. I HATE IT.
kalo dia bisa ngelakuin itu ke mantannya, 
what makes me think he wont do it again?
And actually ada cerita pendukung dibalik ini lagi..... i'll tell at next post karena its a long long story that hurt too much.

ohiya... ini post sudah masuk draft sejak........

 
melelahkan sih, 
bisa gak ya ada penjelasan buat semua ini

Selasa, 23 Februari 2021

Si Ungu and The Search of Sincerity

Siungu sekarang rambutnya sudah gak ungu lagi, sudah menghitam (atau mencoklat) lebih tepatnya.. Ada yang mau liattttt? okay kenyataannya mungkin gak akan ada yg baca hahahah. Banyak hal yg dicari seiring bertambahnya umur, salah satunya adalah sincerity atau ketulusan, yang sebenernya entah juga ada atau engga.

Apakah bisa dicari? Akankah bisa ditemukan?
Atau lebih parah lagi, is that really exist? 

Sincerity atau ketulusan menurut yang si ungu ini tau adalah, suatu tindakan yang dilakukan seseorang terhadap seorang lainnya tanpa berharap balasan atau imbalan apapun, sedikitpun. Wait habis baca pengertian coba deh cek KBBI biar ga ilmu sotoy doang. This is it, menurut KBBI:

tulus/tu·lus/ a sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas: orang lain belum tentu berhati -- kepada kita; ia menyumbangkan tenaga dan hartanya dengan -- ikhlas;


ketulusan/ke·tu·lus·an/ v kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran: dengan segala ~ hatinya ia menghadiahkan sebagian hartanya kepada fakir miskin

Okaylah intinya sungguh - sungguh keluar dari hati, sungguh keluar dari hati itu maksudnya bagaimana? Bagaimana caranya kita bisa define sesuatau sungguh keluar dari hati, terlalu susah dipahami. This is funny tho, karena i have no clue so I googled it.

Kid you not, I literally googled it on February 16th

1 kata sih yang muncul ketika jawaban dari Google keluar, M I N D B L O W N. 

Kenapa se mindblown itu? Karena ya bener aja, no one could provide it except God. Disini konteks Tuhan menjadi sangat general, umum, Tuhan yang kita semua kenal terbebas dari semua boundaries. Ternyata makna sungguh keluar dari hati sedalam dan seserius itu. Semua hasilnya selalu balik lagi tentang Tuhan, apa bener artinya ketulusan sebenernya gak bisa ditemukan dalam diri orang - orang terdekat? satupun.. di dunia ini? whow hehe jadi serius sekalik

Terus apa dong yang dicari si cewek overthinking satu ini? Baru baru ini suka bertanya tentang what i actually feel tentang seseorang, entah mengapa aku selalu menganggap berada di area yang abu - abu. Gak jelas. Rasanya if i really like someone, sincerely care for someone, does it feel like this? Or, can i? Bisa gak sih aku bener - bener merasakan hal tersebut dengan tulus?

Ya, pokonya gitu deh. I'm still searching, tp mungkin rasanya jadi.. i accept you, and i accept every feeling that comes up for you, through me. Gak perlu yang gimana - gimana, mungkin ketika ada seseorang yang bisa membuat kita merasakan hal tersebut everything will be answered in a different way.

Sincerity, can we find it in other person? 
And even if we can, do we really need it?