Selasa, 23 Februari 2021

Si Ungu and The Search of Sincerity

Siungu sekarang rambutnya sudah gak ungu lagi, sudah menghitam (atau mencoklat) lebih tepatnya.. Ada yang mau liattttt? okay kenyataannya mungkin gak akan ada yg baca hahahah. Banyak hal yg dicari seiring bertambahnya umur, salah satunya adalah sincerity atau ketulusan, yang sebenernya entah juga ada atau engga.

Apakah bisa dicari? Akankah bisa ditemukan?
Atau lebih parah lagi, is that really exist? 

Sincerity atau ketulusan menurut yang si ungu ini tau adalah, suatu tindakan yang dilakukan seseorang terhadap seorang lainnya tanpa berharap balasan atau imbalan apapun, sedikitpun. Wait habis baca pengertian coba deh cek KBBI biar ga ilmu sotoy doang. This is it, menurut KBBI:

tulus/tu·lus/ a sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati yang suci); jujur; tidak pura-pura; tidak serong; tulus hati; tulus ikhlas: orang lain belum tentu berhati -- kepada kita; ia menyumbangkan tenaga dan hartanya dengan -- ikhlas;


ketulusan/ke·tu·lus·an/ v kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran: dengan segala ~ hatinya ia menghadiahkan sebagian hartanya kepada fakir miskin

Okaylah intinya sungguh - sungguh keluar dari hati, sungguh keluar dari hati itu maksudnya bagaimana? Bagaimana caranya kita bisa define sesuatau sungguh keluar dari hati, terlalu susah dipahami. This is funny tho, karena i have no clue so I googled it.

Kid you not, I literally googled it on February 16th

1 kata sih yang muncul ketika jawaban dari Google keluar, M I N D B L O W N. 

Kenapa se mindblown itu? Karena ya bener aja, no one could provide it except God. Disini konteks Tuhan menjadi sangat general, umum, Tuhan yang kita semua kenal terbebas dari semua boundaries. Ternyata makna sungguh keluar dari hati sedalam dan seserius itu. Semua hasilnya selalu balik lagi tentang Tuhan, apa bener artinya ketulusan sebenernya gak bisa ditemukan dalam diri orang - orang terdekat? satupun.. di dunia ini? whow hehe jadi serius sekalik

Terus apa dong yang dicari si cewek overthinking satu ini? Baru baru ini suka bertanya tentang what i actually feel tentang seseorang, entah mengapa aku selalu menganggap berada di area yang abu - abu. Gak jelas. Rasanya if i really like someone, sincerely care for someone, does it feel like this? Or, can i? Bisa gak sih aku bener - bener merasakan hal tersebut dengan tulus?

Ya, pokonya gitu deh. I'm still searching, tp mungkin rasanya jadi.. i accept you, and i accept every feeling that comes up for you, through me. Gak perlu yang gimana - gimana, mungkin ketika ada seseorang yang bisa membuat kita merasakan hal tersebut everything will be answered in a different way.

Sincerity, can we find it in other person? 
And even if we can, do we really need it?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar