Yesterday I opened this blog, to write about something that actually make me happy.
I even want to mark the date as a special day, karena I fell loved. It feel so good, I was in loved.
Sebelum mau mulai cerita, aku masih kepikiran buat baca - baca cerita yang sebelumnya ditulis, udah sampe mana sebenernya, dan apa aja yang udah terjadi. Ternyata bener aja, it's just a simple thing yang mungkin dirasa sebagai suatu effort yang cukup besar untuk dia lakuin. I admit it, itu memang effort yang bikin aku merasa disayang dan diperjuangkan. He bought a bible and told me to read that together every night, karena kemarin sempet berasa setiap malem selalu ada hal yang bikin kita ribut.
Baru berlangsung di awal September, 1 September 2021. Yet, yesterday he was so weird. Kita memperdebatkan hal yang mungkin sebenernya gak perlu diperdebatkan, hal yang dia blg it was just a discussion. Story begins, just with a single question yang selalu aku jawab gak apa - apa. I actually sad remembered that, because I smiled to him hal yang bikin dia bertanya 'kenapa?' yang tentu saja aku jawab dengan kata gak apa - apa, it was just a smiled. Do I need a certain reason to smile?
Hal itu gak jadi masalah, sampe aku menceritakan kebiasaan ku yang sering tanpa sadar senyum ke orang asing which I know that is not an usual behavior atau bahkan bukan kebiasaan yang cukup baik karna bisa disalahartikan mengingat yang aku senyumin adalah a total stranger. I told him everything about this, dan dia merasa pasti ada alasan untuk semua hal yang aku lakuin. He told me to be mindful. Idk, it feels weird. Aku merasa senyum yang aku kasih ke orang lain di tengah jalan bukan hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut, he makes me feel like i'm a weirdo. Yasudah, katanya pasti ada tendency nya, try to learn about it, at first I was.. oh okaayy sounds good. Aku juga ingin tau apa yang membuat aku melakukan hal tersebut.
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar